Saturday, 31 December 2016

Gagal Paham Bacaan Al-Quran

Shalat berjamaah di kediaman Gus Mus malam itu unik. Sang tuan rumah akhirnya menyerah, mau jadi Imam shalat maghrib, setelah gagal 'memaksa' Ustadz Quraish Shihab (MQS) jadi Imam. Usai shalat maghrib, rombongan tamu yg musafir langsung shalat isya (jama-qashar) dipimpin MQS.
Dr. Muchlis M Hanafi

Uniknya, ayat ke-4 Al-Fatihah dibaca Gus Mus "maliki yawmiddiin" ('ma' dibaca pendek/ملك يوم الدين), sedang MQS melafalkan 'ma' dengan bacaan panjang (مالك يوم الدين). Lalu, siapa yg benar? Yang gagal paham akan bilang salah baca, sebab kita biasa baca panjang.

Usai shalat, sebagai pancingan agar MQS bicara, penulis singgung soal itu. Benar saja, ia pun angkat bicara. 'Malik' berarti Raja, sedang 'maalik' berarti pemilik. Semua raja pasti memiliki, tapi tdk semua pemilik adalah raja. Begitu terang MQS.

Tidak perlu dipertentangkan, krn kedua bacaan mutawatir, bersumber dari Kanjeng Nabi. Tapi, kalau ingin pahala banyakan baca panjang, karena itu berarti 4 huruf (مالك), sedang ملك hanya 3 huruf. Setiap huruf, 10 pahala. Atau gabungkan keduanya, di rakaat pertama baca panjang, di rakaat kedua baca pendek. Begitu kata MQS, menirukan uraian gurunya di Mesir, Sayyid al-Koumi.

Ragam bacaan (qira'at) tdk banyak yg paham. Di Indonesia populer bacaan riwayat Hafash. Di Tunis Qaaluun. Di Maroko Warasy.   Penulis teringat peristiwa 5 thn lalu. Dihujat dan ditunjuk2 oleh seorang tokoh ormas Islam yg getol menyuarakan penerapan syariat Islam di Indonesia. "Sebagai pejabat yg bertanggung jawab soal Al-Quran, mengapa Al-Qur'an salah beredar dibiarkan", begitu katanya dengan nada tinggi.

Setelah menyimak satu persatu contoh yg diberikan, dengan santai penulis minta diberikan Qur'an yg sdg dipegangnya. Oooooh, ternyata dia GAGAL PAHAM SOAL BACAAN. Yg dipegangnya adalah Mushaf Al-Qur'an yg ditulis dgn riwayat Qaaluun. Ya pasti beda doooooong ...... :)

#catatanperjalanan

Muchlis M Hanafi
Santri MQS & Pelayan Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) Jakarta