Saturday, 28 January 2017

Duh, Lagu "Padamu Negeri" dibilang Sesat?

Untung Pendahulu Negeri Kita Bukan Orang Seperti Taufik Ismail. Menurut Taufik Ismail, lagu "Padamu Negeri" sesat dan musyrik. Khususnya bait terakhir "bagimu negeri jiwa raga kami" ditudingnya syirik, dianggap menyaingi Tuhan.

Untunglah, pendahulu negeri ini bukan orang seperti Taufik Ismail. Kalau seperti dia, negeri ini tidak akan merdeka. Negeri ini akan abadi dalam penjajahan.

Karena, siapa pun yang berjuang untuk kemerdekaan negeri ini, dengan jiwa dan raganya akan dituding musyrik.

"Ngapain kamu melawan Jepang, Belanda, Sekutu, kamu akan mati hanya untuk negeri ini, raga dan jiwamu hanya untuk Tuhan, bukan negeri ini." Demikian kira-kira suara Taufik Ismail kalau hidup bersama pendahulu-pendahulu kita.

Untung saja dia tidak hidup di zaman itu, atau mungkin ia baru lahir dari pasangan yang pastinya sangat berharap kemerdekaan bagi negeri ini.

Andai Taufik Ismail hidup di zaman itu dan bersuara seperti saat ini, pastilah ia dicap sebagai pengkhianat. Dan kita tahu, apa hukuman bagi pengkhianat yang hidup di zaman itu.

Andai Taufik Ismail masih ingat slogan kyai-kyai nasionalis yang menggerakkan ratusan ribu pemuda untuk membela kemerdekaan negeri ini, andai masih ingat kobaran KH Wahab Hasbullah hubbul Wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) bahwa cinta pada negeri ini, jiwa dan raga yang akan dikorbankan, karena cinta ini bagian dari iman kita, cinta negeri adalah perwujudan iman dan cinta kita kepada Tuhan, Taufik Ismail tidak akan semudah itu mengeluarkan pernyataan sesat dan musyrik.

Apakah Taufik Ismail sudah menjadi semacam Majelis Ulama dalam Sastra?

Apakah Taufik Ismail sudah sejenis Wahabi dalam sastra? Dikit-dikit sesat, dikit-dikit musyrik.....

Tiba-tiba saya teringat judul puisi Sutadji Cholzum Bachri "Para Munafik Ismail", bahwa para munafik dan mungkin sejenis Taufik Ismail dibiarkan hidup "agar menjadi pertanda biar umat waspada"

Wallahu A'lam
Mohammad Guntur Romli, dari status facebooknya.

0 comments