Tuesday, 3 January 2017

KH Said Aqil: "Saya Mengerti Syi'ah, tapi Saya Bukan Syi'ah"

Berkulit agak gelap. Tubuhnya gempal. Bicaranya penuh humor dan kelakar. Matanya seringkali menatap ke bawah dan sesekali memandang ke depan. Suka mengutip puisi-puisi Arab klasik. Pandai bernyanyi. Hafal silsilah banyak tokoh, mulai dari silsilah para nabi hingga silsilah para kiai. Itulah Kiai Haji Said Aqil Siroj.
KH. Said Aqil Siradj
Gus Dur mengakui kealiman Kiai Said. Namun, bidang kealiman Kiai Said beda dengan bidang kealiman umumnya kiai pesantren. Jika kebanyakan kiai pesantren menguasai fikih, tafsir, dan ushul fikih, maka Kiai Said mendalami sejarah, filsafat, kalam, dan tasawuf.

Penguasaan mendalam Kiai Said pada ilmu-ilmu keislaman "non pesantren" itu seringkali menimbulkan kesalah-pahaman. Karena dia bisa menjelaskan sejarah dan doktrin Muktazilah secara rinci, maka sebagian orang menyangka bahwa Kiai Said adalah Muktazili.

Ia pun sangat piawai berbicara tentang Syiah. Beliau mengerti hitam dan putihnya Syiah, dari A sampai Z. Walau begitu, ia menangkis jika dirinya disebut Syiah. "Saya mengerti Syiah, tapi saya bukan Syiah", klarifikasinya di berbagai kesempatan.

Sayang sekali, belakangan banyak orang lebih percaya fitnah-fitnah tentangnya. Sehingga kita lalai untuk belajar langsung kepadanya.

Salam--.
(KH Moqsith Ghozali)