Mengenal Sahiron Syamsuddin, Saksi Ahli Sidang Ahok

Sosok yang satu ini kemungkinan besar akan menjadi perbincangan di dunia medsos dalam beberapa waktu  ke depan sebagai konsekuensi menjad...

Sosok yang satu ini kemungkinan besar akan menjadi perbincangan di dunia medsos dalam beberapa waktu  ke depan sebagai konsekuensi menjadi saksi ahli dalam sidang Pak Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Terlebih posisi beliau adalah saksi ahli yang meringankan Pak BTP. Catatan ringkas berikut ingin turut memperkenalkan pribadi beliau lebih lanjut dan alasan mengapa saya memberikan dukungan penuh. Saya hanya akan menyampaikan apa yang saya ketahui berdasarkan interaksi dengan beliau.

Pak Sahiron lahir di Cirebon tahun 1968. Beliau adalah anak pertama dari 12 bersaudara. Sejak belia, Pak Sahiron sudah meninggalkan rumah untuk menempuh pendidikan agama di Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon. Tepatnya selepas pendidikan dasar. Hampir seluruh saudara beliau juga mengenyam pendidikan pesantren. Sebagian di Cirebon sedangkan sebagian yang lain di Pesantren Lirboyo, Kediri. Hal tersebut menggambarkan betapa tradisi pesantren mengalir kuat di darah beliau. 

Selepas Aliyah, Pak Sahiron muda hijrah ke Yogyakarta guna melanjutkan kuliah di jurusan Tafsir Hadits, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selama menjadi mahasiswa, beliau menjadi santri dan mondok di Krapyak. Secara spesifik yaitu di PP Nurussalam. Oleh karena terbilang cerdas, rajin, dan tawadhu, beliau diminta oleh para Kyai untuk turut mengajar santri-santri muda lainnya. Prestasi akademik beliau pun terbilang sangat baik. Memperoleh beasiswa dari pemerintah dan lulus dengan predikat cum laude. Tak heran jika kemudian beliau diangkat menjadi dosen tetap di almamaternya dan sekaligus memperoleh CIDA Scholarship for Masters Degree at McGill University, Canada.

Pada jenjang Master pun prestasi beliau memukau. Beliau lulus dengan predikat cum laude. Perjalanan akademik Pak Sahiron berikutnya berlabuh di Jerman. Dengan dobel beasiswa dari DAAD dan juga kampus, beliau berhasil merampungkan program doktor di Otto-Friedrich University of Bamberg, Germany dengan status cum laude pula. Hal itu belum membuat beliau puas sehingga kemudian pada tahun 2010 berangkat kembali ke Jerman untuk melakukan Postdoctoral Research di University of Frankfurt am Main dengan beasiswa dari DAAD.

Beasiswa dan cum laude adalah dua kata yang sangat lekat menemani beliau dalam menuntut ilmu. Hal tersebut menurut penuturan beliau dapat diraih tak lepas berkat kerja keras dan utamanya berkah orang tua serta para Kyai. Pendidikan pesantren memberi beliau modal intelektual yang sangat kuat berupa tradisi baca, tulis, diskusi, dan juga kemampuan bahasa Arab. Dengan menguasai bahasa Arab, menurut beliau, tak sulit untuk mempelajari bahasa lain seperti Inggris dan Jerman. Prinsip-prinsip dasarnya sama. Inilah salah satu keunggulan beliau. Dengan kemampuan 3 bahasa yang dimiliki, beliau akhirnya bisa membaca referensi yang beragam (klasik dan modern). Pak Sahiron adalah sosok ahli tafsir yang lengkap. Paham ilmu dalam tradisi pesantren, sekaligus paham ilmu dalam tradisi keilmuan Barat. Punya ijazah-ijazah a la pesantren juga ijazah formal pendidikan tinggi. Kunci lain di balik matangnya ilmu beliau adalah dukungan dari istri beliau yang seorang Hafidzah. Satu hal lagi beliau juga rutin menjalankan sejumlah amalan, misalnya membaca Ratib al haddad setiap hari.

Kini sehari-hari Pak Sahiron mendedikasikan dirinya sebagai pengajar di Jurusa Ilmu Tafsir dan Ilmu Al Quran, UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Sejak tahun lalu beliau juga diberi amanah untuk duduk di posisi struktural sebagai Wakil Rektor. Jabatan itu sama sekali tak mengubah karakter beliau yang rendah hati. 

Setiap hari (malam dan pagi) beliau tetap mengajar di Asrama Mahasiswa Baitul Hikmah yang didirikannya dan juga di sejumlah pondok di lingkungan Krapyak. Beliau juga tetap menerima permintaan untuk mengisi pengajian di kampung-kampung sejauh waktunya tidak bentrok. Di luar UIN Yogayakarta, beliau juga aktif mengajar di Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), UGM; Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS); Universitas Sains dan Al Quran (UNSIQ), Wonosobo; Fahmina Institute of Islamic Studies (ISIF) di Cirebon; dan Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Ngrukem, Bantul. 

Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Pengembangan Pesantren (PSPP) dan juga Ketua Asosiasi Ilmu Al Quran dan Ilmu Tafsir, Indonesia (AIAT). Di organisasi Nahdlatul Ulama, beliau dipercaya sebagai Wakil Rois Syuriah PWNU DIY. Beliau juga seorang dosen yang produktif. Sudah puluhan artikel ilmiah yang diterbitkan baik di Jurnal Nasional maupun internasional. Bukunya juga banyak. Kapasitas beliau diakui secara internasional dengan bukti dipercaya mengkoordinasi sejumlah konsorsium lintas negara.

Saya pribadi mengenal beliau sejak tahun 2009 saat mulai menjadi santri di “Pesantren Mahasiswa NAWESEA” yang didirikan oleh Prof. KH. Yudian Wahyudi, Ph.D. Pak Sahiron bertindak sebagai pengajar sekaligus ketua yayasan. Sejak saat itulah hubungan kami kemudian menjadi semakin dekat. Antara murid dengan gurunya; santri dengan kyainya; hingga saya pribadi kini menganggap beliau seperti orang tua sendiri. Ayah. Pada beliau saya belajar arti kata ketulusan. Tulus menjalani profesi, tulus mengabdi, dan tulus mengarungi hidup. Pada beliau saya belajar mengenai kesederhanaan. Kebersahajaan. Pada beliau juga saya belajar bagaimana menjadi seorang intelektual (Islam) yang sesungguhnya. Beliau adalah sosok dengan integritas. 

Saya tau dan yakin betul, keputusan beliau untuk menjadi saksi ahli dalam sidang utamanya bukanlah ditujukan sebagai bentuk pembelaan pada Pak BTP. Namun merupakan betuk pembelaan terhadap ilmu pengetahuan yang digelutinya. Beliau hanya akan menyampaikan apa yang diyakininya benar sesuai dengan ilmu yang dimilikinya. Sama sekali tak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

Tulisan ini hadir sekadar pembelaan saya terhadap beliau. Terus terang saya sedih dan khawatir saat mendengar akan menjadi saksi ahli. Saya khawatir beliau akan diperlakukan seperti Kyai Ishomudin yang dihujat banyak orang semata karena mereka tidak mengenal dengan baik. Akhir kata ijinkan saya menyampaikan dan memohon dukungan sahabat FB sekalian terhadap beliau yang saya hormati. Saya ikut bangga karena beliau berani ambil risiko. Semoga kemudahan dan perlindungan dari-Nya senantiasa menyertai. Maju terus Pak Sahiron! Mari kita rayakan perdebatan publik yang produktif secara arif, bijaksana, dan dewasa. Tidak perlu emosionil.

Jangan ada lagi ulah lempar koin, ya.. 

-Widya Priyahita Pudjibudojo

COMMENTS

Name

gp anshor harlah nu hti indonesia islam indonesia islam nusantara Islam Politik nahdlatul ulama pesantren pilkada jakarta raja salman santri tahun baru Zakir Naik
false
ltr
item
Salam Santri: Mengenal Sahiron Syamsuddin, Saksi Ahli Sidang Ahok
Mengenal Sahiron Syamsuddin, Saksi Ahli Sidang Ahok
https://1.bp.blogspot.com/-z1fF-k9ujys/WONIOyHGPtI/AAAAAAAAAAs/C7torx8wqPYYGG5SvC9VfOk792n8DRUlwCLcB/s400/Sahiron.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-z1fF-k9ujys/WONIOyHGPtI/AAAAAAAAAAs/C7torx8wqPYYGG5SvC9VfOk792n8DRUlwCLcB/s72-c/Sahiron.jpg
Salam Santri
http://www.salamsantri.com/2017/03/mengenal-sahiron-syamsuddin-saksi-ahli.html
http://www.salamsantri.com/
http://www.salamsantri.com/
http://www.salamsantri.com/2017/03/mengenal-sahiron-syamsuddin-saksi-ahli.html
true
3454182509958835378
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy