Tuesday, 7 November 2017

Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud Berbeda?

Snouck Hurgronje adalah agen inteljen imperialisme Belanda. Ia disusupkan utk menghancurkan kekuatan kaum pejuang. Mengapa rakyat Indonesia sulit ditaklukkan? Mengapa rakyat Aceh begitu gigih dan sulit ditundukkan?

Snouck menemukan jawabannya. Tak lain dan tak bukan, kekuatan itu terletak pada semangat agamanya. Agama yang mengajarkan utk mencintai tanah air. Agama yg menyuntikkan dimensi jihad utk mengusir segala bentuk kolonialisme.

Lalu Snouck mempelajar Islam. Budaya Islam. Tradisi Islam. Bahkan detail2 etos spiritualitas yg membuat bangsa Indonesia begitu gigih berjuang.

Bukan berhenti di situ. Snouck pun mempelajari pangkal utama ajaran agama tsb. Ia hafal Al-Quran 30 juz. Ia juga mempelajari kitab2 hadits yg mu'tabarah, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kutubus sittah lainnya. Bahkan, Snouck hafal sebagian besar hadits2 tsb di luar kepala.

Lalu apa tujuan Snouck? Tak lain adalah utk menghancurkan Islam dari dalam. Tanpa menafikan kekuatan dan perjuangan umat agama lain, tapi dengan menggerogoti kekuatan Islam, maka perjuangan rakyat Indonesia terhadap kolonial Belanda relatif mudah dilemahkan dan dihancurkan.
Inilah visi gerakan orientalisme kolonial. Mempelajari Islam bkn sbg proses pencarian kebenaran, melainkan utk menghancurkannya. Dengan begitu, menguasai Nusantara hanya soal waktu saja. Nusantara, akan dg mudah ditakhlukkan.

Zaman berubah musim pun berganti..
Sekarang datang Felix Siauw, sang muallaf yg baru sekitar th 2002 memeluk Islam. Felix tdk perlu menghafalkan Al quran dan mempelajari hadits scr detail layaknya Snouck. Itu butuh waktu lama.
Dengan kemampuannya mengolah kata, Felix ibarat mercusuar. Ia segera mendapatkan simpati dan pengikut yg relatif banyak dari kalangan generasi muda islam berusia tanggung, anak2 muda yg blm mengenal banyak hal tentang agama. Anak remaja yg msh labil dan mencari jati diri.

Tidak perlu waktu lama, Felix pun menjadi tokoh penting di lingkungan HTI, organisasi pengusung ideologi utopis khilafah. Lalu Ia memulai menjalankan misi propaganda pecah belah. Ia gelorakan ide khilafah yg sangat gila dan paling tdk masuk akal itu.

Laju gerakan Felix seperti tak terbendung. Ia segera mengkampanyekan bhw nasionalisme itu tdk ada dalil dan dasarnya dlm Islam. Sudut pandang Felix jelas bertabrakan dg ijtihad ulama NU, yg menyatakan bhw hubbul Wathan minal iman.

Mafhum mukhalafahnya adalah, mencintai tanah air itu tdk penting. Yang penting adalah islam. Padahal negeri ini didirikan berdasarkan kesepakatan segenap komponen bangsa dan agama yg beragam. Semua bersatu dlm satu ikatan Nasional, Indonesia..!

Sepintas gagasan itu benar. Tapi sangat menipu dan penuh kamuflase. Bagaimana dpt menegakkan Islam jika negara (state) dan bangsa (nation) hancur berantakan? Padahal Imam Al-Ghazsli pernah menyebut, pemerintahan negara dan misi kenabian ibarat saudara kembar.

Mengapa para ulama dan tokoh bangsa memilih Pancasila? Mengapa tdk negara Islam? Mereka sadar betul, bhw menjaga keutuhan nasional dan menghindari perpecahan adalah jalan terbaik. Kata kaidah fiqh, "La yudraku kulluhu la yutraku ba'duhu" (sesuatu yg tdk bisa diraih seluruhnya, mk jangan tinggalkan yg sebagiannya).

Ketika dasar negara Islam (dar al-Islam) sulit dicapai krn pluralitas dan heterogenitas bangsa Indonesia, mk munculnya negara perang (dar-alharbi) hrs dihindari. Solusinya adalah dar as-shulkhi (negara damai). Itulah tawaran ijtihad Imam al-Mawardi, yg lantas menjadi dasar ijtihad para ulama tempo dulu dlm menetapkan dasar pondasi kebangsaan Indonesia.

Saya yakin, Felix tahu persis, bhw jika Pancasila diganti, dan sistem khilafah berdiri di bumi Nusantara, maka sekeping tanah surga yg bernama Indonesia akan berubah menjadi neraka. Perang saudara akan terjadi. Papua, Makasar, Bali, Aceh, dst, akan segera memproklamasikan diri lepas dari Indonesia. Dan di atas pangkuan ibu pertiwi, akan menjadi ladang pembantaian. Sesama anak negeri akan saling memangsa..!

Indonesia negeri damai, yg didirikan oleh para founding fathers dg genangan darah dan air mata, akan terkoyak dlm kepingan2 kecil. Indonesia pun, akan menjelma seperti kawasan Syiria, Irak, Afganistan, dan libiya, yg tak pernah bisa tidur dg nyenyak, dan tak sempat membangun mimpi masa depan, karena di darat dan udara, desing mesiu dan ledakan bom terdengar memekakkan telinga.
Dengan begutu, ide2 Felix adalah mesin penghancur terhadap pemikiran para founding fathers negeri ini. Dasar2 keagamaan para ulama dan cendekiawan muslim, seperti Qurays Sihab, Gus Mus, Cak Nur, dicampakkan begitu saja.

Sebagai seorang muallaf, Felix telah melampaui batas dan kapasitas intelektual keagamaan yg ia miliki. Melalui medan dakwah, ia suntikkan virus perpecahan, benih2 anti nasionalisme, dst.
Dengan congkak ia berani mengibaratkan pemerintahan Jokowi sbg rezim Firaun yg membunuh anak laki2, lantaran Jokowi menerbitkan Perppu Ormas

Felix dan gerakan HTI telah memecah belah elemen bangsa dan sesama umat, merongrong stabilitas, dan terjadinya adu domba dan saling curiga sesama anak bangsa. Rasulullah pernah mengingatkan, "Barang siapa yg memecah belah jamaah lalu dia mati, maka dia mati dlm keadaan jahiliyah".
Pertanyaan besarnya adalah, misi apa gerangan yg dibawa Felix?

Sama halnya misi Snouck Hurgronje yg baru diketahui puluhan tahun kemudian, maka misi mendasar dari Felix tdk mudah utk diketahui saat ini. Tapi di kemudian hari, ketika keutuhan NKRI berhasil dicabik-cabik, ktk seluruh anak bangsa hanya bisa meratapi kekonyolannya, maka barulah sejarah akan mencatat semua itu dg tinta hitam..!

Benturan antar peradaban seperti disinyalir oleh Huntington, bukan isapan jempol belaka. Itu memang nyata. Dan Indonesia, yg memiliki potensi kekuatan besar dunia setelah Cina, menjadi sasaran utama penghancuran.

Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud yg beda? Wallahu A'lam..

dikutip dari sini