Tuesday, 7 November 2017

Banser dan Insiden Penolakan Felix

Si plontos Felix Siauw, ustadz junjungan kaum HTI itu, kembali menjadi perbincangan hangat di jagad maya, menyusul penolakannya atas permintaan Banser agar ia bersedia menyatakan janji kesetiaan kpd Pancasila dan NKRI.

Felix tdk bersedia hadir pd agenda mediasi yg digelar Banser. Ia pun kabur. Dan dampaknya, agenda ceramah Felix pun bubar dg sendirinya, tanpa harus dibubarkan Banser.

Mengapa Banser bersikap tegas terhadap Felix? Memang sdh menjadi karakter Banser, tatkala ada pihak2 yg berusaha mengkoyak NKRI dan ideologi negara, maka Banser akan kembali ke habitatnya.
Gus Yaquth dan Banser
Tengoklah, ketika Belanda dan pasukan Gurkha Inggris bermaksud menancapkan ambisi kolonialismenya, maka Surabaya pun dibuat tenggelam dlm genangan darah, dan serdadu2 Banser adalah bagian dari gelora perjuangan itu.

Manakala Aidit dan kameradnya berkhianat, sekali lagi Banser tdk tinggal diam. PKI pun hancur jadi abu.

Dan belakangan ini, ketika HTI hendak mengganti Pancasila dg ideologi khilafah, maka Banser segera bangun dari tidur panjangnya.

Banser telah menyatakan diri sbg penjaga paling setia Pancasila dan kedaulatan NKRI. Banser tak pernah membusungkan dada karena dipuja. Banser pun tak berkecil hati lantaran cemoohan dan caci maki yg mndarat di kening mereka. Bagi Banser, NKRI adalah harga mati. Titik.

Dalam konteks inilah, mk sikap tegas Banser atas Felix dapat dipahami.

Dlm banyak kesempatan, Felix acapkali bikin statemen yg memerahkan telinga. Ia pernah menyebut bhw nasionalisme tidak ada dalilnya, tdk ada dasarnya dlm agama.

Bagi Banser dan kaum nahdliyin, ucapan Felix adalah ibarat wabah virus mematikan, krn yg diserang adalah pola pikir generasi muda.

Soal nasionalisme sebenarnya adalah perdebatan klasik, sejak tumbangnya kekhalifahan Turki Utsmani, dan masuknya konsep negara-bangsa dlm sistem kepolitikan kontemporer. Dan perdebatan tsb dianggap sdh selesai, krn faktanya, semua negara berdiri atas dasar nasionalisme dan negara-bangsa.

Jika Felix ingin mengunggahnya kembali, maka sebaiknya Felix kembali belajar sejarah.

Pernyataan tdk sopan Felix berlanjut. Ia dg congkak mengibaratkan pemerintahan Jokowi yg menerbitkan Perppu Ormas sbg pemerintahan Firaun yg membunuh setiap laki2 yg lahir krn takut kekuasaannya terancam.

Sebagai muallaf yg baru tahap belajar, perilaku felix berlebihan dan angkuh. Tidak berlebihan jika Ulil Abshar Abdalla menyebut Felix sbg orang yg sombong dan ujub.

Tapi apa pun yg terjadi terkait Felix, rupanya yg bersangkutan justru menikmati ketenaran destruktifnya itu. Ia menjadi idola sebagian orang yg berpikIr pendek.

Tanpa basis intelektual yg memadai, jelas itu sangat berbahaya, krn bisa menyesatkan banyak orang. Sabda Nabi, "Rusaknya kaum krn tiga hal: penguasa yg dlalim, ulama yg fasiq, dan kaum awam yg berijtihad".

Untuk itu, utk membongkar dasar2 kedangkalan epistemologi pemikiran Felix, kiranya penting utk dilakukan forum debat terbuka dg menghadirkan Felix, sebagaimana debat yg terjadi antara ulama NU dan Wahabi.

Felix dg sombong sering menuduh Banser anti dialog, maka sudah saatnya Banser merespon tantangan tsb. Berikan dia forum utk show..

Bagaimana Felix..???

sumber tulisan dari sini

Tonton juga video klarifikasi Banser berikut ini.