Thursday, 11 January 2018

Khutbah Terpendek dan Terlucu di Dunia-Akhirat

TENTANG KHUTBAH JUMUAH

- PERTAMA-

Warga desa Shukaynibah di Sudan baru saja selesai membangun Masjid. Untuk meresmikannya para tetua dan warga sepakat mengundang tokoh alim Syaikh ‘Abdul-Baqi al-Mukasyifi (1867-1960) untuk mengimami Salat Jumuah perdana, dan sekaligus menyampaikan khutbah.

Jamaah membludak. Penuh rasa syukur dan bangga, berdesak-desakan mengambil tempat di Masjid yang baru saja dibangun.

Setelah hamdalah, salawat dan wasiat taqwa, Syaikh al-Mukasyifi dengan tenang, pelan dan sepatah demi sepatah menyampaikan,
لُقْمَةٌ فِي بَطْنِ جَائِعٍ”
“Sesuap makanan untuk mengisi perut orang kelaparan
خَيْرٌ
lebih baik
مِنْ بِنَاءِ أَلْفِ جَامِع
daripada membangun seribu masjid.”

Jama’ah pun hening, sebagian terharu, tersadar dan meneteskan air mata.

Khutbah beliau kemudian diakhiri dengan “aqimish-sholaah…dan dirikanlah salat”.

---- Konon inilah khutbah Jumuah terpendek yang pernah terjadi.

-  KEDUA -

Di tempat lain dan di lain waktu. Khutbah sedang berlangsung. Kali ini temanya ‘Pahala bagi Orang Beriman di Surga.’

Dengan suara lantang sang Khatib berkata, “Saat orang beriman masuk surga, ia digiring para malaikat menuju istana yang disiapkan untuknya. Dalam langkahnya matanya dikagetkan dengan keberadaan bidadari-bidadari yang sedang berkumpul di taman-taman surga. Ia pun bergegas menghampirinya.”

Sang Khatib menghela nafasnya sebentar, lalu melanjutkan “Belum sempat melangkah jauh, Malaikat berkata kepadanya, ‘Kamu jangan ke sana. Sabar sebentar. Sudah ada bidadari yang menunggumu di istana yang disiapkan untukmu.”
Para jamaah tertegun mendengarkan kisah sang Khatib.

“Malaikat pun mengantarnya menuju ruangan yang sungguh indah. Di dalamnya terdapat satu bidadari dengan pakaian yang juga indah. Wajahnya belum nampak, yang kelihatan baru bagian belakang badannya. Selangkah demi selangkah ia dekati. Kemudian nampaklah wajah bercahaya yang cerah dan indah.”
Para jamaah semakin tertegun, serius untuk mendengarkan lanjutan khutbahnya.

Sang Khatib dengan suara tinggi melanjutkan,
“ Dan laki-laki itu pun terkejut, ternyata yang di hadapannya adalah istrinya sewaktu di dunia.”

Sontak, seorang jamaah berdiri dan dengan suara keras membentak sang Khatib, “Harom ‘alaik ya Syaikh.....cukup!!  jangan diteruskan....lama ditunggu ternyata yang keluar istri. Lihat lagi hadisnya mungkin yang kau ceritakan ini hadisnya dhoif.”

---- Konon inilah kejadian khutbah terlucu yang pernah terjadi
_________________________
Selamat menunggu kumandang adzan Jumuah
Jangan lupa berbagi
Jangan lupa pamitan sama istri