Friday, 5 April 2019

HTI Gagal Paham, Prof Nadirsyah Tetap Tolak Khilafah

Prof. Nadirsyah Hosen mengklarifikasi terkait simpang siurnya kabar yang beredar terkait sikap penolakan kepada khilafah. Beberapa hari lalu, Gus Nadir mengkitik himbauan Prof Din Syamsuddin soal khilafah. Klarifikasi tersebut dilakukan karena seolah Gus Nadir menarik kritiknya.

"Barusan Gus Muwafiq kirim WA ke saya dan bilang yang beredar seolah-seolah saya menarik kritikan saya terkati khilafah terhadap prof Din. Jadi perlu saya tegaskan ulang: kritikan saya tetap. Saya hanya hormat pada tokoh senior. Susah ya HTI mau paham begini?" tulisnya di akun twitter @na_dirs. 

Sebagaima diketahui, Gus Nadir memberikan kritikan terhadap Din Syamsuddin yang dinilai kurang tepat dalam memahami makna khilafah dan khalifah. Namun, sebagai seorang junior, Gus Nadir tetap menghormati pandangan Din Syamsuddin. Justru perdebatan itu sesuatu yang biasa saja. Tidak Aneh.
Gus Nadir heran karena permintaan maafnya digoreng tim hore HTI seolah-olah Prof Nadir menarik kritikan tersebut.

"Perdebatan itu hal biasa. Prof @OpiniDin itu biasa berdebat. Saya juga begitu. Komunikasi pribadi dan adab tetap kami jaga. Beliau tidak masalah saya kritik. Saya pun tetap hormat kepada beliau terlepas kami berbeda pandangan. Tapi HTI dan barisan 02 langsung menggoreng berita itu."

Padahal, menurut Nadirsyah Hosen, kalau mereka mau membaca tulisan Prof Din Syamsuddin jelas bahwa beliau tidak setuju dengan politik ala HTI. Justru malah mengajukan gagasan khilafah kultural. 

"HTI menggoreng komunikasi saya dengan Prof @OpiniDin (Din Syamsuddin). Maaf itu soal ada ke senior. Beliau juga berterima kasih atas kritikan saya. Setelah itu saya tetap menulis atas respon beliau dengan saya tegaskan abhwa tidak ada istilah khilafah dalam Quran. Argumen saya tetap." tegas Nadirsyah.







EmoticonEmoticon