Thursday, 9 May 2019

Semangat Kiai Wahab Hasbullah Mengabdi


Sebanyak 25 kali muktamar diikuti Kiai Wahab,  selama 46 tahun memandegani NU tanpa nepotis, dan kebaikan yang lain yang perlu kita ikuti walau belum bisa total.  Berikut penuturan KH Saifuddin Zuhri yang ditulis tahun 1972:

Kiai Wahab telah berpulang menghadap Allah Robbul ’Izzah. Ingatan kita masih amat segar, baru empat hari sebelumnja, ketika Rois ’Am KIAI HADJI ’ABDULWAHAB CHASBULLAH memasuki Medan-Muktamar ke 25 dengan dipapah 'Ulama-‘Ulama lain, dalam keadaan sakit jang pajah dan letih memaksakan duduk dimedja pimpinan Muktamar dari suatu partai jang terbesar di Tanah Air dewasa ini.

 Suatu partai jang 46 tahun jang Iampau dibangun dan didirikan sendiri olehnja melalui tangannja jang lembut penuh kesabaran, dengan keterampilan langkahnja dan dengan semangat hatinja jang membadja. Dengan ’ilmunja, achlaknja, kerdja-kerasnja dan djuga harta bendanja KIAI HADJI 'ABDULWAHAB CHASBULLAH mendirikan serta mengasuh NAHDLATUL 'ULAMA'. Tjuma sendirian. lambat laun diikuti djedjaknja oleh sahabat-sahabatnja jang terdekat, tanpa djandji-djandji keuntungan duniawi dan tanpa memimpikan kedudukan serta pangkat apapun, ketjuali djandji hendak mengabdi kepada Ummat dengan kesabaran dan pengorbanan. sambil mengharapkan petundjuk dan ridha ALLAH SUBHANAHU WA TA‘ALA.

 Setengah abad jang lampau KIAI HADJI ’ABDULWAHAB CHASBULLAH telah merintis djalan perdjoangan ditengah kegelapannja zaman pendjadjahan penuh risiko dan pengorbanan. Disa‘at mana, kami para oranng-orang jang digolongkan tokoh NAHDLATUL. 'ULAMA’ dewasa ini, ketika itu belum lahir atau baru mengindjak usia kanak-kanak.
*****

Makam Kiai Wahab tahun 1971 serta Makam Kiai Chasbullah, Kiai Said,  dan Kiai Sechah


EmoticonEmoticon